Senin, 25 Februari 2013

Makalah Ijma'



BAB I
PENDAHULUAN
Dalam Bab I ini penulis menyampaikan tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, dan Tujuan. Tiap bagian disajikan sebagai berikut :
1.1     Latar Belakang Masalah
Ijma’ merupakan kebulatan fuqaha mujtahidin pada sesuatu masa atas sesuatu hukum sesudah masa rasulullah SAW dan merupakan sumber yang kuat dalam menetapkan hukum-hukum Islam dan menduduki tingkatan ke tiga dalam uruan sumber hukum Islam dan yang keempat Qiyas dan yang kelima ijtihad. Ijma’ sebagai sumber hukum di tujukan oleh beberapa ayat Qur;an dan Hadits Nabi yang mengatakan bahwa kebulatan ahli ilmu dan fikiran menjadi pegangan, dan menyuruh memperkokoh kesatuan dan melarang pemisahan diri.
Harus dikemukakan sejak awal bahwa ijma’ itu tidak terlepas dari penyandaran terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah, . Sebagai doktrin dan dalil syari’ah, ijma’ pada dasarnya ijma’ merupakan dalil rasional. Teori ijma’ juga jelas bahwa ia merupakan dalil yang menuntut bahwa banyak konsensus mutlak dan universal sajalah yang memenuhi syarat, sekalipun konsensus mutlak mengenai materi ijma’ yang bersifat rasional sering kali sulit terjadi. Adalah wajar dan masuk akal untuk hanya menerima ijma’ sebagai realitas dan konsep yang falid dalam pengertian relative, tetapi bukti factual tidak cukup untuk menentukan universalitas ijma’. Definisi klasik dan syarat esensial ijma’ sebagai mana ditetapkan oleh ulama-ulama ushul, adalah sangat jelas bahwa tak kurang dari konsensus universal sarjana-sarjana muslim dapat dianggap sebagai ijma’ yang meyakinkan. Oleh karena itu tidak ada sedikitpun ruang bagi ketidak sepakatan, atau ikhtilaf, mengenai konsep ijma’. Teori ijma’ juga tidak mau menerima gagasan relatifitas atau meluasnya ketidaksepakatan dalam dirinya




1.2     Rumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang diatas, maka perlu adanya tindakan yaitu study mengenai analisis lebih mendalam :
1)            Apa yang dimaksud dengan Ijma’ ?
2)            Apa sandaran dari Ijma’ ?
3)            Apa macam-macam dari Ijma’ ?
4)            Bagaimana kedudukan dan kehujjahan Ijma’ ?

1.3     Tujuan
Tujuan dari pembuatan Makalah ini adalah :
1)            Untuk mengetahui dan memahami tentang pengertian Ijma’.
2)            Untuk mengetahui sandaran dari Ijma’.
3)            Untuk mengetahui macam-macam dari Ijma’.
4)            Untuk mengetahui kedudukan dan kehujjahan Ijma’.













BAB II
PEMBAHASAN
Dalam Bab II penulis menyampaikan  tentang Turunan Fungsi Implisit. tiap bagian disajikan sebagai berikut :
2.1  Pengertian Ijma’
Ijma’ menurut bahasa adalah “sepakat atas sesuatu”, sedangkan yang dimaksud dengan ijma’ secara istilah adalah
اتفاق مجتهدى امة محمد صلم بعدوفا ته في عصر من الآ عصارعال امر من الامور
Kesepakatan para ulama’ mujtahidin (ahli ijtihad) dari ummat Muhammad SAW setelah wafat beliau dalam suatu waktu dari beberapa waktu dan atas sesuatu perkata / masalah dari beberapa masalah.
Dalam difinisi tersebut bahwa ijma baru akan terbentuk apabila ada kesepakatan dari para ulama, dan waktunya sesudah wafat Nabi Muhammad karean pada masa Nabi masih hidup ketetapan hukum langsun meruju’ kepadanya akan tetapi setelah beliu wafat harus ada kesepakan dari beberapa ulama’.
2.2  Sandaran Ijma’
Ijma’ dipandang sah manakala bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah:
الاجماع ليمس من ال لة المسـتفلة
Ijma’ itu bukanlah merupakan dalil yang berdiri sendiri.
2.3  Rukun Ijma’
1)            Adanya beberapa pendapat yang yang menjadi suatu masa tertentu.
2)            Adanya kesepakatan pendapat semua mujtahid dari kaum muslimin atas suatu hukum syara’ mengenai suatu perkara hukum pada waktu terjadinya tampa memandang tempat, kebangsaan dan kelompok mereka.
3)            Kesepakatan pendapat itu nyata, baik berupa perkataan atau perbuatan.
4)            Kesepatan dari seluruh mujtahid itu benar-benar teralisir, apabila hanya sebagian saja dari mereka maka tidak terjadi ijma’.
Menurut Abdul Wahab Khalaf ijma ’ tidak mungkin terjadi apabila diserahkan hanya kepada seseorang, dan munkin terjadi apabila diserahkan kepada pemerintah islam, masing-masing ditanya pendapatnya, dan mujtahid mengukapkan pendapatnya dan kebetulan pendapatnya mereka sama, maka pendapat itu menjadi ijma’ dan hukum di ijma’kan itu menjadi hukum syara’ yang wajib di ikuti oleh kaum muslimin.
2.4  Macam-macam Ijma’
Dilihat dari caranya maka ijma’ itu dibagi dua macam yakni ijma’ qouli dan sukuti.
1)            Ijma’ qouli (القولي  )
Ijma’ qouli adalah kesepakatan para mujtahid pada suatu masa atas hukum suatu peristiwa dengan menampilkan pendapatnya masing secar jelas, baik dengan perkatan ataupun dengan tulisan atau dengan perbuatan.
2)            Ijma’ Sukuti (السكوتي  )
Ijma’ Sukuti adalah jika sebagian mujtahid itu berdiam diri tidak berterus terang mengeluarkan pendapatnya dan diamnya itu bukan karena takut, segan atau karena malu, akan tetapi diamnya itu karena karena betul-betul tidak menangapi atas pendapat yang lain, baik menyetujuai atau menolaknya.
Sikap ulama terhadap ijma’ sukuti antara lain adalah:
a.             Imam Syafi’i, Imam Al baqillani dari golongan As’aiyah dan sebagian ulama hanafi seperti Ibnu Iyan menyaakan bahwa ijma’ sukuti tidak bisa menjadi hujjah, sebab kemungkinan ada ulama’ yang setuju dan tidak setuju.
b.            Al Juba’i menyatakan ijma’ sukuti bisa menjadi hujjah sebagaimana ijma’ qouli.
c.             Imam Al Amidi menyatakan bahwa ijma’ sukuti bias saja menjadi hujjah kehujjahannya adalah dhonni bukan qoth’i.

2.5  Kedudukan dan Kehujjahan Ijma’
Para ulama menetapkam bahwa kedudukan ijma’ sebagai hujjah terletak dibawah deretan Al Qur’an dan As Sunah. Ijma tidak boleh menyalahi nas yang qat’i jumhur ulama mengatatakan bahwa hanya ijma’ sharih saja dapat dijadikan sebagi hujah syari’ah, akan tetapi ulama hanafiah menbolehkan hujah sukuti sebagai menjadi hujjah
Kebanyakan ulama berpendapat nilai kehujjahan ijma’ adalah dzanni.




















BAB III
KESIMPULAN
Dalam Bab III penulis menyampaikan  tentang Kesimpulan. tiap bagian disajikan sebagai berikut :
3.1  Kesimpulan
Ijma’ menurut bahasa adalah “sepakat atas sesuatu”, sedangkan yang dimaksud dengan ijma’ secara istilah adalah
اتفاق مجتهدى امة محمد صلم بعدوفا ته في عصر من الآ عصارعال امر من الامور
Kesepakatan para ulama’ mujtahidin (ahli ijtihad) dari ummat Muhammad SAW setelah wafat beliau dalam suatu waktu dari beberapa waktu dan atas sesuatu perkata / masalah dari beberapa masalah.
Ijma’ dipandang sah manakala bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah:
الاجماع ليمس من ال لة المسـتفلة
Ijma’ itu bukanlah merupakan dalil yang berdiri sendiri.
Adapaun rukun-rukun Ijma’ seperti yang sudah dikemukakan di atas bahwa ada 4 buah rukun Ijma’.
Dilihat dari caranya maka ijma’ itu dibagi dua macam yakni ijma’ qouli dan sukuti.
Para ulama menetapkam bahwa kedudukan ijma’ sebagai hujjah terletak dibawah deretan Al Qur’an dan As Sunah. Ijma tidak boleh menyalahi nas yang qat’i jumhur ulama mengatatakan bahwa hanya ijma’ sharih saja dapat dijadikan sebagi hujah syari’ah, akan tetapi ulama hanafiah menbolehkan hujah sukuti sebagai menjadi hujjah
Kebanyakan ulama berpendapat nilai kehujjahan ijma’ adalah dzanni.




DAFTAR PUSTAKA
Islamwiki. 2009. Ijma’, (online). (http://islamwiki.blogspot.com/2009/01/ijma.html, diakses 11 Januari 2013)
Wahyulyananta, fajar. 2009. Pandangan Ulama Tentang Ijma’, Qiyas dan Ijtihad Serta Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Tasri’, (online). (http://fajarwahyulyananta.blogspot.com/2009/07/pandangan-ulama-tentang-ijma-qiyas-dan.html, diakses 11 Januari 2013)
Amru, syaeful. 2012. Makalah Ushul Fiqih Tentang Ijma’, (online). (http://syaeful-amru.blogspot.com/2012/05/makalah-ushul-fiqih-tentang-ijma.html

Rabu, 05 Desember 2012

Istilah-istilah Matematika



1.         Akar Rasional : Akar suatu persamaan yang benilai positif. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 162.
2.         Algoritma : Prosedur atau rumus penghitungan untuk menyelesaikan suatu bentuk persoalan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 145.
3.         Aljabar : Membahas struktur dari operasi-operasi pertambahan, perkalian, pemecahan, persamaan dan perangkat-perangkat aksioma. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 180, 223.
4.         Bimodal : Suatu data yang mempunyai dua modus. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 27.
5.         Desil : Membagi data yang telah diurutkan menjadi sepuluh bagian yang sama besar. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 32.
6.         Deviasi Standar : Akar dari jumlah kuadrat deviasi dibagi banyaknya data. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 39.
7.         Diagram Batang Daun : Diagram yang terdiri dari batang dan daun. Batang memuat angka puluhan dan daun memuat angka satuan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 8.
8.         Diagram Batang : Diagram berbentuk batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 7.
9.         Diagram Cartesius : Diagram yang menggunakan dua buah sumbu yang berpotongan tegak lurus di titik asal O. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 173.
10.     Diagram Garis : Diagram berbentuk garis yang digunakan untuk menyajikan dat statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 5.
11.     Diagram Kotak Garis : Diagram berupa kotak dan garis untuk menggambarkan data terkecil, data terbesar, Q1, Q2, dan Q3. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 9.
12.     Diagram Lingkaran : Gambar berbentuk lingkaran untuk menyajikan data statistik. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 6.
13.     Domain : Daerah asal. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 174.
14.     Faktorial : Perkalian suatu bilangan dengan bilangan-bilangan lainnya yang lebih kecil hingga angka 1. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 58.
15.     Frikuensi Harapan : Banyaknya kejadian dikalikan dengan peluang kejadian itu. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 72.
16.     Fungsi Linier : Fungsi yang ditentukan oleh f(x) = ax + b, dimana a dan b bilangan konstan, dan grafiknya berupa garis lurus. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 175.
17.     Fungsi : Relasi dua himpunan A dan B yang memasangkan setiap anggota pada himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 173.
18.     Garis Singgung Lingkaran : Garis yang menyentuh suatu titik pada keliling lingkaran. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 127.
19.     Gradien : Kemiringan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 128, 129, 133, 134, 237, 238.
20.     Histogram : Diagram frekuensi yang berbentuk batang berimpit. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 14.
21.     Horner : Cara menentukan nilai suku banyak dengan skema. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 146.
22.     Invers : Pengingkaran dari suatu fungsi. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 187.
23.     Jangkauan : Selisih nilai terbesar dan nilai terkecil. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 31.
24.     Jari-jari Lingkaran : Jarak antara titik pusat lingkarandengan setiap titik pada kelilingnya. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 117, 119.
25.     Kodomain : Daerah kawan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 174.
26.     Kombinasi : Susunan yang mungkin dari unsur-unsur yang berbeda dengan tidak memperhatikan urutannya. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 57, 66.
27.     Korespondensi Satu-satu : Relasi yang memasangkan setiap domain dengan tepat satu kodomain dan tidak ada domain yang tidak mendapatkan pasangan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 187.
28.     Kuadrat : Bilangan-bilangan yang dikalikan bilangan-bilangan itu sendiri. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 151, 155.
29.     Kuartil : Membagi data yang telah di urutkan menjadi empat bagian yang sama banyak. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 29.
30.     Lingkaran : Bangun dimana setiap titik pada kelilingnya mempunyai jarak yang sama dari pusatnya. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 117.
31.     Mean :  Rata-rata hitung. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 19.
32.     Median : Nilai tengah yang telah diurutkan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 24.
33.     Modus :  Nilai yang paling sering muncul. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 27.
34.     Multimodal : Suatu data yang mempunyai lebih dari satu modus. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 27.
35.     Ogive : Kurva frekuensi kumulatif. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 17.
36.     Peluang : Kemungkinan munculnya suatu kejadian. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 72.
37.     Permutasi : Susunan yang mungkin dari unsur-unsur yang berbeda dengan memperhatikan unsurnya. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 57, 60.
38.     Persentil : Membagi data yang telah diurutkan menjadi 100 bagian yang sama. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 33, 34.
39.     Poligon : Diagram yang diperoleh dari menghubungkan titik-titik tengah dari histogram. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 15.
40.     Populasi : Keseluruhan objek penelitian. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 72.
41.     Range : Hasil. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 37, 174.
42.     Relasi : Memasangkan anggota himpunan satu ke himpunan lain. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 173.
43.     Sampel : Sebagian dari objek penelitian yang dianggap mewakili keadaan populasi objek penelitian. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 72.
44.     Simpangan Rata-rata (deviasi rata-rata) : Nilai rata-rata dari selisih setiap data dengan nilai rataan hitung. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 38.
45.     Statistika : Cabang dari matematika terapan yang mempunyai cara-cara mengumpulkan dan menyusun data, mengolah dan menganalisis data serta menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram, menarik kesimpulan, menafsirkan parameter dan menguji hipotesa yang didasarkan pada hasil pengolahan data. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 5.
46.     Suku Banyak : Suatu bentuk yang memuat variabel berpangkat. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 145.
47.     Titik Sampel : Setiap hasil yang mungkin terjadi pada suatu percobaan. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 72.
48.     Trigonometri : Ilmu ukur mengenai sudut dan sempadan segitiga. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 99, 106, 205.
49.     Turunan : Laju perubahan suatu fungsi terhadap perubahan peubahnya. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 223, 226, 228, 233.
50.     Variansi : Kuadrat dari simpangan baku. (Soedyarto, Nugroho. Maryanto. 2008. Matematika Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI Progam IPA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional) Halaman 45.